Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan : - Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin. - Bacalah Al-Qur'an - Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain. - Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain. - Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka. - Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat. - Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik. - Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain. - Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain. - Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu. Niscaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada bu
Suatu ketika Nabi SAW. Telah bersumpah akan berpisah dengan isteri-isterinya selama satu bulan sebagai peringatan bagi mereka. Selama sebulan beliau tinggal seorang diri dalam sebuah kamar sederhana yang letaknya agak tinggi. Terdengar kabar dikalangan para sahabat bahwa Nabi SAW. Telah menceraikan semua isterinya. Ketika Umar bin Khattab r.a mendengar kabar ini, dia segera berlari ke masjid. Setibanya disana, dia melihat para sahabat sedang duduk termenung, mereka bersedih dan menangis. Juga kaum wanitanya menangis di rumah-rumah mereka. Kemudian Umar r.a pergi menemui putrinya, Hafshah r.a yang telah dinikahi oleh nabi saw. Umar r.a. Mendapati Hafshah r.a sedang menangis didalam kamarnya. Umar r.a bertanya, “Mengapa engkau menangis? Bukankah selama ini saya telah melarangmu agar jangan melakukan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan Nabi?” kemudian dia kembali kemasjid, terlihat olehnya beberapa orang sahabat sedang menangis di dekat mimbar. Kemudian dia duduk bersama para sahaba