Langsung ke konten utama

Postingan

Cara Menutupi Kekurangan Amal Perbuatan

Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan : - Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin. - Bacalah Al-Qur'an - Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain. - Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain. - Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka. - Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat. - Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik. - Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain. - Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain. - Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu. Niscaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada bu
Postingan terbaru

Rasulullah SAW. Memperingatkan Umar R.A

Suatu ketika Nabi SAW. Telah bersumpah akan berpisah dengan isteri-isterinya selama satu bulan sebagai peringatan bagi mereka. Selama sebulan beliau tinggal seorang diri dalam sebuah kamar sederhana yang letaknya agak tinggi. Terdengar kabar dikalangan para sahabat bahwa Nabi SAW. Telah menceraikan semua isterinya. Ketika Umar bin Khattab r.a mendengar kabar ini, dia segera berlari ke masjid. Setibanya disana, dia melihat para sahabat sedang duduk termenung, mereka bersedih dan menangis. Juga kaum wanitanya menangis di rumah-rumah mereka. Kemudian Umar r.a pergi menemui putrinya, Hafshah r.a yang telah dinikahi oleh nabi saw. Umar r.a. Mendapati Hafshah r.a sedang menangis didalam kamarnya. Umar r.a bertanya, “Mengapa engkau menangis? Bukankah selama ini saya telah melarangmu agar jangan melakukan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan Nabi?” kemudian dia kembali kemasjid, terlihat olehnya beberapa orang sahabat sedang menangis di dekat mimbar. Kemudian dia duduk bersama para sahaba

Kisah Abu Thalhah r.a mewakafkan kebunnya

Anas r.a meriwayatkan bahwa Abu Thalhah r.a adalah seorang sahabat yang memiliki kebun terbaik dan terbanyak jumlahnya di kota Madinah. Salah satunya di kenal dengan nama 'Birha'. Kebun inilah yang paling sering di kunjungi olehnya. Kebun ini terletak tidak jauh dari mesjid Nabi dan air telaganya pun terasa segar. Rasulullah saw sering juga mengunjungi kebun ini untuk meminum air dari telaga itu. Ketika Allah swt menurunkan ayat berikut ini : “Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebaktian (yang sempurna ), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (Qs.Ali imran ayat 92) Maka Abu Thalhah segera menjumpai Rasulullah saw dan mengemukakan hasratnya, “Wahai Rasulullah! Saya sangat mencintai Birha. Tetapi karena Allah swt telah memerintahkan kita supaya menafkahkan harta benda yang kita cintai, maka saya serahkan kebunku ini untuk dibelanjakan di jalan Allah swt. Sebagaimana yang dikehendaki-Nya.” Dengan perasaan gembira Rasulullah saw bersabda, “ inilah su

Kisah Tasbih Fatimah R.A

Suatu ketika, Ali bin Abi Thalib r.a bertanya kepada murid-muridnya,”Maukah kalian saya ceritakan tentang Fatimah r.a, orang yang paling dicintai diantara puteri-puteri Rasulullah saw?” Serentak murid-muridnya menjawab,”Tentu, kami ingin sekali.” Kemudian Ali bin Abi Thalib r.a bercerita,”Fatimah selalu menggiling gandum dengan tangannya sendiri, sehingga menimbulkan bintik-bintik hitam yang menebal pada kedua telapak tangannya. Dia sendiri yang mengangkut air ke rumahnya dalam sebuah kantung kulit yang menyebabkan luka-luka di atas dadanya. Kemudian dia membersihkan rumahnya seorang diri, menyebabkan pakaiannya menjadi kotor.” Pada suatu hari, datanglah beberapa orang hamba sahaya kepada Rasulullah saw., maka saya pun berkata, “Pergilah engkau menghadap Rasulullah saw. Dan mintalah seorang pembantu untuk meringankan pekerjaan rumahmu” kemudian dia pergi menemui Rasulullah saw. tetapi pada saat itu banyak orang yang menghadiri majlis Rasulullah saw. karena malu untuk menyampaikan maks

Sembilan Renungan Kehidupan

Kita bangun tidur di waktu subuh dan kemudian membasah wajah dengan air wudlu yang segar. Sesudah melaksanakan sholat dan berdoa. Cobalah menghadap cermin di dinding. Di sana kita mulai meneliti diri : 1.Lihatlah kepala kita! Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya? 2. Lihatlah mata kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang? 3. Lihatlah telinga Kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan buat mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna? 4. Lihatlah hidung Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat s

Abu Bakar As Shiddiq dan Bekas Tukang Ramal

Abu Bakar Ash-Shiddiq mempunyai seorang hamba sahaya (budak) yang menyerahkan sebagian pendapatan harian kepadanya sebagai tuan. Pada suatu hari, budaknyanya membawa makanan, lalu Abu Bakar memakannya sedikit. Budaknya berkata, “Tuan selalu bertanya tentang sumber makanan yang aku bawa, tetapi hari ini tidak demikian?” Abu Bakar mejawab, “Aku terlalu lapar sehingga aku lupa bertanya. Terangkanlah kepadaku dimana kamu mendapat makanan ini?” Budak menjawab, “Sebelum aku memeluk Islam, aku menjadi tukang ramal. Orang-orang yang aku ramal nasibnya terkadang tidak membayar ketika itu, karena ketiadaan uang. Mereka berjanji membayarnya suatu ketika apabila telah mempunyai uang. Aku berjumpa dengan mereka hari ini. Merekalah yang memberikanku makanan ini.” Mendengar kata-kata budaknya, Abu Bakar memekik, “Ah! Nyaris-nyaris kau bunuh aku.” Kemudian dia mencoba mengeluarkan makanan yang telah ditelannya. Ada orang yang menyarankan supaya dia mengisi perutnya dengan air dan kemudian memuntahk

Kisah Para Penghafal Qur'an

Kisah Islami Kisah Para Penghafal Qur'an Seorang muslim secara fitrah mengetahui keutamaan menghafal al-Quran dan tingginya kedudukan penghafal al-Quran. Banyak sekali nash-nash yang mengumpulkan keutamaan-keutamaan ini sehingga menambah kuat pengertian ini. Jika ditambah dengan contoh-contoh yang nyata dala perkara ini, niscaya hal itu akan semakin menambah keyakinan seseorang dengan kemampuannya untuk mengubah makna-makna ini ke dalam alam nyata. Tidak ada dalil yang lebih jelas dalam hal ini daripada metode yang digunakan al-Quran al-Karim dan as-Sunnah an-Nabawiyah dalam menyampaikan kisah-kisah dan contoh-contoh untuk dijadikan pelajaran dan nasihat. Berikut ini beberapa kisah para penghafal al-Quran, mudah-mudahan dapat menjadi menara dan contoh untuk diikuti generasi ini. Amru bin Salmah Rodhiyallohu ‘anhu adalah golongan sahabat yang masih kecil (muda). Dia sangat antusias mempelajari al-Quran. Dia selalu menemui kafilah yang datang dari bepergian, bertanya kepada